Saturday, August 7, 2021

Sabtu minggu lalu

Sabtu minggu lalu kepergian lo (31 July 2021) dan sabtu hari ini lo datang ke mimpi gw subuh tadi karena gw kebangun jam 5 pagi lewat...


Gw sama rombongan trip sedang di kapal laut yang besar dan ramai penumpang, saat kapal akan merapat ke dermaga semua penumpang sudah bersiap-siap turun dengan bawaannya masing-masing, saat dilantai kapal paling bawah gw terbawa arus keramaian yang akan turun dari tanggal kapal sebelum turun kapal sampai gw berpapasan sama lo .. tapi lo melawan arah arus keramaian lo malah ke kanan, lo senyum sambil manggut-manggut dan dadah-dadah dengan ceria..


Gw panggil nama lo "MAR...."dalam hati gw bertanya lo ngapain dikapal ini? koq bisa ketemu lo? mau kemana....? dan lo tetap senyum manggut-manggut dan lo jawab "I KNOW..." gw jalan terus kebawa arus orang-orang yang mau turun tangga kapal ke pinggir dermaga dan ga bisa nengok ke belakang buat liat lo lagi...


Sampai didermaga gw lari ke kapal lagi naik tangga kapal tapi temen gw manggil-manggil nama gw "YUL....YULL..." dia narik gw ke dermaga lagi karena takut gw ikut kapal jalan ke tujuan selanjutnya... gw bingung cuman bisa diem... dan kebangun dengan nangis....


Makasih kak ida udah kasih gw salam perpisahan....


07-08-21

Tuesday, June 26, 2018

Makanan Terbaik

Apa makanan terbaik dalam hidupmu?...
Kalau ada yang bertanya tentang hal tersebut kira-kira apa jawaban yang akan kita berikan?
Jaman sekarang kalau makan bisa sampai 5x sehari, eranya culinary...eranya sosial media juga jadi saling memacu. Saya masih ingat makanan terbaik apa yang pernah dibuatkan oleh almarhum bapak saya dan itu juga merupakan masakan untuk menu ikan terbaik dalam hidup saya, masakannya ikan gulai pakai buncis sebenarnya bapak saya bukan ahli masak tapi kalau sudah masak beliau akan konsentrasi banget...saya masih ingat sekali gayanya masak, caranya cuci ikan, ulek bumbu, peras santan... kenangannya satu paket: ikan gulai dan bapak saya.

Tadi siang sempat bercerita dengan seorang sahabat tentang makanan, hampir setengah biaya bulanan kita pakai untuk makan/ jajan yang memang lagi pengen banget kita makan. Tiba-tiba teringat omongan mama saya : "waktu mama masih kerja hokben rasanya enak banget, hampir setiap gajian pasti makan hokben tapi kenapa sekarang rasanya biasa aja" saya kasih tau sahabat saya omongan mama saya ini dan kita sama-sama narik kesimpulan bahwa makanan terbaik itu bukan yang paling enak bukan yang paling mahal tapi makanan terbaik itu adalah makanan dimana kita makan saat moment yang dapat kita nikmatin. Misalnya seperti cerita mama saya itu, sekarang kalau saya habis gajian dan beliin mama saya hokben rasanya berbeda katanya.

Makanan sama moment kayanya berkaitan erat ya?...makanan akan membawa kita mengingat kenangan yang ternyata begitu emosional...begitu hakiki kalau bahasa sekarang mah. Mulai sekarang setiap makan rasakan juga momentnya karena rasa makanan yang kita makan tidak akan pernah sama.

“Food for the body is not enough. There must be food for the soul.”
# Dorothy Day

Monday, June 18, 2018

Sahabat dalam kasih dan pengharapan

Seberapa banyak sahabat yang kita punya saat ini?yang masih setia dengan kita?
Ada perkataan: Makin tua teman kita makin sedikit padahal kita semakin banyak kenal orang
Ironis ya...disaat jumlah orang yang kita kenal dari kita kecil sampai setua ini semakin bertambah jumlahnya tetapi jumlah sahabat kita semakin berkurang, sampai-sampai kita udah gak pernah komunikasi sama teman-teman lama dan alhasil hanya menjadi kenalan. Kontak di phonebook semakin banyak tapi yang bisa kita hubungi semakin sedikit.

Baru-baru ini saya diingatkan kembali tentang pentingnya menjaga sahabat, hubungan itu perlu di maintenance sedemikian rupa ibarat tanaman mah dirawat gitu bahasanya. Lanjut kagi ke cerita tentang bagaimana saya diingatkan lagi tentang menjaga sahabat, waktu lalu saya kembali berkunjung ke tempat dimana masa pembentukan diri saya terjadi sedemikian rupa (ceileh bahasa apa pula) tadinya hanya niat jalan-jalan aja dan iseng ngajak teman-teman lama kumpul buat reunian kecil ternyata orang-orang yang dirindukan pada dateng..ah senangnya...udah 5th lebih ga ketemu tapi rasanya baru beberapa hari, tidak ada perubahan keakraban..semua masih sama...seperti jaman kuliah. Banyak acara pernikahan dan lahiran yang terlewat, banyak acara suka dan duka yang dilewati dan setiap kita ga selalu ada secara fisik buat satu sama lain, tapi itu ga menjauhkan...tidak memudarkan rasa sahabat itu sendiri.

Semoga setiap kita sampai di saat kita menutup mata masih ada seorang sahabat atau bahkan lebih dari satu orang jika Tuhan berkenan yang mendoakan kita yang terus berharap buat kita bahwa kita akan selalu baik-baik saja dan bahagia. Hargai setiap waktu yang sudah disediakan oleh sahabat kita, hargai setiap tenaga, rupiah atau apapun yang sudah mereka persiapkan.


Amsal 17:17
Seorang sahabat menaruh kasih setiap waktu, dan menjadi seorang saudara dalam kesukaran.
A friend loves at all times, and a brother is born for a time of adversity.

Saturday, March 31, 2018

Jumat Agung - Paskah

Selamat paskah untuk kita semua..

Jumat agung dan paskah biasa jatuh /dibulan maret dan di bulan ini juga Tuhan jawab doa gw mengenai 1 hal yang sudah lama gw doain.
Jawabannya luar biasa banget... membuatn gw semakin termotivasi buat semakin berusaha buat wujudin mimpi-mimpi gw.

Kita biasanya bersyukur sama hal-hal yang kita dapet dan itu sesuai sama kehendak kita, tapi kita tetap bisa bersyukur gak?sama hal-hal yang ga kita dapet padahal itu yang kita minta ke Tuhan sejak bertahun-tahun lamanya... terkadang kita jadiin Tuhan itu jin saat kita perlu minta sesuatu terkadang kita jadiin Tuhan juga pengacara kita disaat kita sedang tersudut sama kesalahan yang kita buat sendiri dan kita minta supaya ga dihukum atau minimal bisa diringankan hukumannya kadang lagi kita jadiin Tuhan hakim ke hidup orang lain misalnya kita doain orang lain " moga lo dapet ganjaran atas apa yang udah lo lakuin ke gueh? *pake efek dialog ala sinetron".

Semalem gw nonton interview Jim Carrey yang di Netflix disitu dia menjawab semua pertanyaan dengan sangat mendalam lalu gw cek interview dia di video lainnya dan dia hampir menyebutkan teori-teori yang sama, gw jadi bertanya seperti apa Tuhan buat dia? di video itu dia seperti orang yang sangat kesepian dan sedih, bahkan gw jadi kasihan dan berkaca-kaca juga. Ternyata hidup kita semua sama, entah artis hollywood sekalipun kita melewati tahap yang sama :
1. Siapa saya
2. Siapa Tuhan saya/ apa tujuan hidup saya
Kita semua melewati tahap pencarian kebenaran atas hidup dan eksistensinya.

Semoga kita semakin bertumbuh dalam hal yang kita imani dan itu berguna bagi diri kita pribadi dan orang sekeliling kita. Sebagai penutup kami ini gw mau share mengenai isi Psalm 139/ Mazmur 139 :

Doa di hadapan Allah yang maha tahu

139:1  Untuk pemimpin biduan. Mazmur Daud. TUHAN, Engkau menyelidiki dan mengenal aku;
139:2  Engkau mengetahui, kalau aku duduk atau berdiri, Engkau mengerti pikiranku dari jauh.
139:3  Engkau memeriksa aku, kalau aku berjalan dan berbaring, segala jalanku Kaumaklumi.
139:4  Sebab sebelum lidahku mengeluarkan perkataan, sesungguhnya, semuanya telah Kauketahui, ya TUHAN.
139:5  Dari belakang dan dari depan Engkau mengurung aku, dan Engkau menaruh tangan-Mu ke atasku.
139:6  Terlalu ajaib bagiku pengetahuan itu, terlalu tinggi, tidak sanggup aku mencapainya.
139:7  Ke mana aku dapat pergi menjauhi roh-Mu, ke mana aku dapat lari dari hadapan-Mu?
139:8  Jika aku mendaki ke langit, Engkau di sana; jika aku menaruh tempat tidurku di dunia orang mati, di situpun Engkau.
139:9  Jika aku terbang dengan sayap fajar, dan membuat kediaman di ujung laut,
139:10 juga di sana tangan-Mu akan menuntun aku, dan tangan kanan-Mu memegang aku.
139:11 Jika aku berkata: "Biarlah kegelapan saja melingkupi aku, dan terang sekelilingku menjadi malam,"
139:12 maka kegelapanpun tidak menggelapkan bagi-Mu, dan malam menjadi terang seperti siang; kegelapan sama seperti terang.
139:13 Sebab Engkaulah yang membentuk buah pinggangku, menenun aku dalam kandungan ibuku.
139:14 Aku bersyukur kepada-Mu oleh karena kejadianku dahsyat dan ajaib; ajaib apa yang Kaubuat, dan jiwaku benar-benar menyadarinya.
139:15 Tulang-tulangku tidak terlindung bagi-Mu, ketika aku dijadikan di tempat yang tersembunyi, dan aku direkam di bagian-bagian bumi yang paling bawah;
139:16 mata-Mu melihat selagi aku bakal anak, dan dalam kitab-Mu semuanya tertulis hari-hari yang akan dibentuk, sebelum ada satupun dari padanya.
139:17 Dan bagiku, betapa sulitnya pikiran-Mu, ya Allah! Betapa besar jumlahnya!
139:18 Jika aku mau menghitungnya, itu lebih banyak dari pada pasir. Apabila aku berhenti, masih saja aku bersama-sama Engkau.
139:19 Sekiranya Engkau mematikan orang fasik, ya Allah, sehingga menjauh dari padaku penumpah-penumpah darah,
139:20 yang berkata-kata dusta terhadap Engkau, dan melawan Engkau dengan sia-sia.
139:21 Masakan aku tidak membenci orang-orang yang membenci Engkau, ya TUHAN, dan tidak merasa jemu kepada orang-orang yang bangkit melawan Engkau?
139:22 Aku sama sekali membenci mereka, mereka menjadi musuhku.
139:23 Selidikilah aku, ya Allah, dan kenallah hatiku, ujilah aku dan kenallah pikiran-pikiranku;
139:24 lihatlah, apakah jalanku serong, dan tuntunlah aku di jalan yang kekal!


Saturday, February 24, 2018

Keluar dari zona nyaman (lagi)?

Setelah sekian lama tidak pernah menulis lagi tiba-tiba malam ini mendapat motivasi dari mendengarkan lagunya yura yunita yang judulnya intuisi, isi lagunya memang mengenai percintaan tetapi saya terusik dengan kata intuisi.

Intuisi itu kalau tidak salah tentang kaya feeling gitu kan ya, pernah merasa saat perjalan balik dari kantor menuju rumah tiba-tiba datang pertanyaan kedalam pikiran sendiri “gw ini kerja buat apa ya?” Atau “gw nih sebenernya lagi ngapain?” seperti ada kilas balik dalam benak kita perjalanan hari pertama ngantor dan sampai saat ini. Suatu waktu saya bertemu teman lama, kami membahas mengenai pekerjaan kami masing-masing. Dia sharing mengenai apa yang baru saja didapatkan dari seorang speaker yang merupakan HRD yang sudah cukup senior, pembicara mengatakan jika kita melakukan pekerjaan dengan tidak menambah skill atau tidak membuat kita lebih berkembang maka apa yang kita lakukan adalah hanya pengulangan. Saat mendengarkan perkataan itu saya langsung mendapatkan semacam serangan “cling !!!” dalam pikiran saya, jadi apa yang saya lakukan selama 1 tahun terakhir ini adalah hanya pengulangan (menurut saya).

Setelah mengalami pergumulan seorang teman lain mengirimkan saya sebuah video, dalam video itu pembicara menyampaikan: Tuhan tidak pernah membuat meja atau bangku, Ia memberikan kita pohon agar kita bisa membuat bangku, membuat meja dan lainnya. Tuhan memberikan kita kesempatan dan apa yang kita lakukan dengan kesempatan itu adalah pemberian kita kepada Tuhan.

Bulan depan saya akan melanjutkan perjalanan dari pekerjaan saya ditempat baru dengan tantangan yang baru dan jenjang karir yang baru beserta tanggung jawabnya. Apa yang kita lakukan seharusnya membuat kita lebih hidup. Mohon doanya dari para pembaca (jika ada yang baca).

Terimakasih


Salam salaryman


Friday, July 17, 2015

Selamat berkarya

Bagi sebagian orang buku terbaik yang ditulis adalah buku yang ditulis oleh penulis terkenal atau bestseller, tapi ada sebagian orang juga buku terbaik bagi mereka adalah buku yang benar-benar menggambarkan kondisi mereka serta memberi solusi bagi masalah yang dihadapi. 

Berikut ini review sederhana dari saya yang menulis dengan amatirnya :p sebuah buku yang mungkin belum pernah didengar oleh pembaca blog ini (kalaupun ada yang baca blog ini) judulnya: "Selamat berkarya" buku yang ditulis oleh Bpk. Andar Ismail, jangan tanya yang mana orangnya karena saya juga ga tau yang mana orangnya. Buku ini menurut saya begitu sederhana tapi realistis, menggambarkan situasi yang dihadapi mengenai pekerjaan bukan hanya pekerjaan kantoran saja tapi semua jenis pekerjaan yang bisa dilakukan oleh manusia. Pemahaman yang mau dibagikan melalui buku ini berbeda dari pandangan pada umumnya mengenai pekerjaan. Intinya pekerjaan merupakan karya, karya yang bermanfaat bagi orang lain dan diri sendiri. Berikut beberapa kutipan dari buku "Selamat Berkarya" :

"Yang tampak dalam sebuah perjalanan hanyalah apa yang bisa lihat dekat di depan kita. Kita tidak bisa melihat apa yang ada jauh di depan kita. Kita tidak tahu apa yang akan terjadi. Karena itu, tiap perjalanan mengandung perasaan kurang pasti"

"Tetapi tiap krisis juga mengandung peluang, peluang untuk memperbaiki diri, memperbaiki perencanaan dan memperbaiki kebijakan"

"Kemudahan membuat orang menjadi rapuh, kesulitan membuat orang jadi tangguh"

Buku ini begitu membantu saya diawal-awal saya mencari pekerjaan, saat-saat saya menikmati pekerjaan sebagai lulusan baru bahkan sampai saat ini ketika saya sudah menjalani cukup bermacam-macam pekerjaan. Buku ini akan selalu mengingatkan saya kembali mengenai spirit dari suatu pekerjaan. Buku yang bagus adalah buku yang bisa memberi pandangan baru bagi pembacanya dan memberi pengalaman melalui tulisannya, setidaknya menurut saya begitu. Siapapun penulisnya dan berapapun jumlah halaman bukunya, buku yang bagus selalu akan menjadi buku yang terbaik bagi pembacanya. Subjektif memang... :) selamat membaca.

Thursday, July 16, 2015

Penanjakan

Traveling sekarang sudah jadi gaya hidup orang Indonesia banget ya sekarang ini…mungkin saya salah satu orang yang ikut latah juga tapi masih kelas “cemen-lah” kalau bisa dibilang :D Tapi cerita saya kali ini bukan mau bahas keindahan atau sesuatu yang wah banget sih, jadi begini…menurut pemikiran saya dan saya merasa *sok pede* bahwa saya itu tipe orang yang lebih mencintai gunung dibanding mencintai pantai tapi ya mosok seumur hidup belum pernah naik gunung diumur yang sudah sematang ini, dulu pernah baca artikel bahwa untuk semua jenis trip ada batas umurnya (kok kaya melamar pekerjaan ya..pakai batas umur segala). Intinya ada beberapa trip yang memerlukan kekuatan fisik yang belum tentu semua umur bisa salah satunya naik gunung.

Naik gunung kesannya itu adventure banget kan ya, inget film 5cm?..temanya mengenai naik gunung.Difilm itu digambarkan bahwa pendakian benar-benar memerlukan kondisi fisik yang kuat, nah..walaupun memang trip saya kali ini bukan pendakian tetapi penanjakan mungkin terlihat lebih ringan perjalanannya dibanding pendakian, tapi menurut saya sama-sama memerlukan kekuatan fisik juga. Selain dikarenakan kondisi fisik yang masih masa pemulihan sehabis sakit diare maka penanjakan yang dimulai dari jam 2 pagi bukan perkara mudah bagi saya pribadi, waktu itu penanjakan dilakukan demi melihat sinar matahari disebuah bukit dan sekaligus bisa melihat gunung bromo dari atas. Singkat cerita saya dan teman-teman berhasil menyelesaikan penanjakan tersebut, setelah berada diatas ketinggian saya memisahkan diri dari kelompok karena sangat lelah dan kedinginan sekali jadi mencari tempat untuk duduk beristirahat, saat itu saya sangat mengantuk berat antara sadar dan tidak sadar karena kondisi diatas sangat dingin saya pun memutuskan untuk memejamkan mata sejenak tapi semakin lama semakin dalam saya tertidur dan hampir tidak sadarkan diri, sebagian diri saya ingin terbangun tapi sebagian lagi ingin terlelap, mata saya sangat sulit untuk dibuka saya kemudian saya terkejut ada yang menepuk pundak saya berkali-kali sambil berbicara dalam bahasa asing sehingga saya tersadar dan berhasil membuka mata, saya langsung memaksa diri untuk segera bangkit berdiri dan ternyata yang membangunkan saya seorang gadis dan ibunya yang meminta bantuan saya untuk memotret mereka dengan pemandangan gunung bromo sebagai latarbelakang saya pun segera melakukan yang mereka minta. Setelah itu mereka berdua berbincang kembali dalam bahasa thailand. 

Segera saya berlari ke ara teman-teman saya berkumpul dan melihat sunrise bersama, dalam hati kecil saya, saya sangat berterimakasih kepada turis asing itu telah membangunkan saya sehingga saya tersadar kembali dan lebih berterimakasih lagi kepada Tuhan yang masih memberikan saya nafas kehidupan setelah penanjakan plus pemandangan indah melihat matahari pagi. Sungguh hidup adalah karunia terbesarNya, pelajaran moral yang sangat berharga yang saya dapat dari penanjakan tersebut yaitu bahwa hidup adalah milikNya dan matipun milikNya. Saat saya kembali membayangkan kejadian singkat dibukit itu saya mengingat alm. bapak saya, ketika beliau berjuang pada saat-saat nafas terakhirnya dan saat itu juga saya berjanji pada diri saya bahwa saya akan melakukan apa yang saya inginkan dan memperjuangkan apa yang saya cita-citakan selama saya hidup. Ketika perjalanan dalam penanjakan hidup, ingatlah bahwa pemandangan diatas selalu paling indah.

Friday, June 19, 2015

Pengen Muda...

Random talk:

"Sis...akhir-akhir ini gw merasa bahwa seandainya gw bisa lebih muda dari umur gw sekarang...itu knp ya?"

"Biasanya itu karena ada hal-hal yang belum kita capai diusia sekarang..."

Wednesday, December 31, 2014

2014

               Wahh.. sudah lama sekali tidak menulis. Mungkin karena perasaan sedang melow makannya muncul keinginan nulis, ya…nulis apa ajalah. Apa kabarnya 2014?...tinggal beberapa hari lagi kita akan meninggalkan 2014. Buat saya 2014 itu sama seperti 10 tahun lalu yaitu 2004, sama dimananya pastinya tidak bisa detail diceritakan disini yang pasti secara garis merah kedua tahun itu sama-sama titik balik hidup saya.
                Ngomong-ngomong tentang masalah masa kini dan masa lalu, saya selalu suka dengan film atau buku yang mengisahkan tentang permainan alur waktu. Tentang bagaimana masa lalu mempengaruhi masa sekarang, bagaiamana orang-orang atau kejadian-kejadian kecil dan biasa bisa membawa diri kita ke diri kita yang sekarang, maksudnya diri kita dimasa lalu dengan diri kita sendiri  dimasa sekarang tidak 100% sama kan?... secara pola pikir, kebiasaan, bahkan mungkin juga karakter.
                Diawal saya menceritakan sedikit tentang 10 tahun masa hidup saya ada hal di 2004 yang menjadi pertanyaan didalam diri saya yang baru saya temukan di tahun ini. Dalam 10 tahun pasti banyak kejadian dan orang yang saya temui sehingga membentuk saya yang sekarang ini, bagaimana dengan anda?...apa yang sudah terjadi selama 10 tahun kebelakang dalam hidup anda?... mungkin ada hal yang selama ini anda tidak pahami dan baru sekarang ini anda menyadarinya apa maksudnya dari hal tersebut. Atau mungkin perjalanan hidup anda 10 tahun kebelakang tidak terlalu menarik bagi diri anda.
                Apakah anda masih ingat 10 tahun lalu dihari ini anda sedang dimana?bersama siapa?dan apa pengaruhnya kedua hal tersebut pada hari ini yang sedang anda jalani?.. Iseng-iseng saya menuliskan di dua kolom pada kertas, kolom pertama saya berikan nama 2004 dan kolom kedua saya berikan nama 2014. Dikolom 2004 saya tuliskan kejadian + dan – menurut saya pribadi yang terjadi di tahun 2004 dan begitu juga  dikolom 2014. Ketika selesai saya meliha dan menganalisa perjalanan hidup 10 tahun saya dan saya mulai senyum-senyum sendiri dengan mata berkaca-kaca..waahhh… saya hebat juga (tetep narsis) bisa melalui banyak hal ini (dan seketika merasa manusia paling bijak seTangerang…LOL).
                Kata orang dulu “waktu menjawab segalanya” hal-hal yang tidak bisa kita terima atau kita pahami dimasa sekarang atau masa lalu akan terjawab dimasa depan atau bahkan masa sekarang.

Untukmu yang makan banyak nasi karena kau kesepian
Untukmu yang banyak tidur karena kau bosan
Untukmu yang sering menangis karena kau sedih
Aku menulis ini…
Kunyahlah perasaan yang mempengaruhimu seperti kau akan mengunyah nasi
Bagaimanapun juga, hidup adalah…
Sesuatu yang kau butuhkan untuk dicerna.
-Lets eat-

Selamat menjelang tahun 2015, mungkin tahun depan bisa lebih berat dari tahun ini mungkin juga bisa lebih ringan dari tahun ini. Berat atau ringan ditahun depan, jangan gentar…semua akan tercerna, ada hasil yang akan kita nikmati dari perjalanan kita ditahun 2014 atau ditahun sebelum-sebelumnya. Tetap semangat dan bersyukur.

Wednesday, October 3, 2012

Tidung Island - Liburan kepepet Part 2

Disebut jembatan cinta, memang begitu orang-orang disana memanggilnya. Kalau buat saya itu adalah jembatan ekstrim, karena banyak bagian jembatan yang rusak. Jika kita berjalan sampai ke bagian jembatan yang tidak ada pinggirannya dan kayu-kayu pijakan jembatan ada beberapa yang bolong, sebaiknya hati-hati  karena sebelah kiri dan kanan yang akan anda lihat adalah air laut.

Di pulau tidung banyak sekali spot-spot cantik yang bisa difoto, contohnya seperti gambar disebelah kiri ini. Gambar ini saya ambil dipinggir jalan ketika bersepeda disore hari. Salah satu kegiatan yang paling asyik pada saat berlibur di pantai adalah bersepeda sambil mendengarkan mp3 dan merasakan angin lau yang sepoi-sepoi...indahnya hidup. :)



Foto yang disamping juga sama saya ambil dipinggir jalan yang biasa digunakan untuk track sepeda. Sebenarnya tidak harus ke Bali untuk menikmati nyamannya suasan pantai, karena didekat Jakarta sendiri tersedia tanpa perlu mahal-mahal membeli tiket pesawat demi melihat keindahan suasana pantai.

Wednesday, September 19, 2012

Tidung Island- Liburan kepepet

Lagi dan lagi untuk memulai niat menulis itu sulitnya minta ampun, nunggu mood muncul mungkin ga bakal nulis-nulis juga akhirnya. Agustus kemarin ada libur panjang yang bisa dirasakan oleh sebagian besar buruh di Indonesia, tentu saja tidak semua karena masih banyak pula para buruh yang tidak dapat merasakan libur idul fitri. Kantor tempat saya bekerja mengeluarkan SK libur dari tanggal 20 s/d 24, karena setiap hari sabtu kantor tempat saya bekerja libur dan hari jumat tanggal 17 adalah hari libur nasional, maka total ada 10 hari libur (termasuk hari minggu). Wahhh..bukan main senangnya,kapan lagi bisa libur panjang.

Setelah merenungi kehidupan selama 2 tahun terakhir koq rasanya belum pernah beneran liburan ya...belum pernah traveling. Terakhir melakukan traveling (apapun itu definisi dari traveling itu sendiri) tahun 2010 ke Jogja setelah itu ngerem aja di Tangerang-Jakarta. Iseng-iseng bikin rencana traveling bareng sahabat, tapi jadwal liburannya ga cocok alhasil tinggal diri sendiri yang harus liburan. Kemana saya harus pergi?...kemana?...kemana?..dengan budget yang tidak seberapa ini (maklum orang kantoran kere to the max).

Terilhami dari internet,saya berseluncur ria di om google (agak ekstrim ya kalimatnya klo dipiki-pikir,hahahaha) mengenai liburan yang deket dan murah, ehhh...muncul link dari kaskus.. *tidung-tidung-tidung* ide muncul, liburan ke pulau seribu aja deh..daripada manyun, ada seorang agan yang ngepost liburan ke tidung dengan Rp.300.000 untuk 2 hari 1 malam. Naahhhhh....ini dia yang saya cari, liburan gratis dan keluar dari pula Jawa :))))) tapi pas liat tanggal..wihhh..tanggal 25 dan 26 Agustus, mepet banget sama jadwal masuk kerja. Timbang menimbang dari segi psychology, kebutuhan lebih besar daripada kemampuan. Ya..sudahlahh...walaupun tanggal melarat gitu saya tetap harus liburan.

Pendaftaran lewat sms dan pembayaran DP lewat transfer, agak galau mengenai di bagian transfer,tau kan resikonya apaan. Tapi lagi-lagi karena kepepet, saya transfer juga uang DP nya. Harap-harap cemas karena liburan sama orang-orang yang belum dikenal sama sekali dan tempat ketemunya jauh juga, disisi lain senang karena akan nambah relasi. Butuh calon korban lain nih...sasaran empuknya adalah kaka gw sendiri yang tipenya ga bisa diem dirumah. Saya rekrut saja sekalian dan akhirnya dia ikut juga. Horeeee...ada teman buat jalan pagi-pagi buta ke Muara Angke. Itu doank tujuan gw. Muahahahahahahaha >:D


That's it 

Sunday, September 4, 2011

my stupid Boss

Sedang tergila-gila banget dengan buku yang gw pegang...my stupid boss judulnya dan penulisnya bukan seorang penulis profesional, tapi dari orang biasa, dari blog pribadi si penulis yang akhirnya dijadiin buku, 3th setelah ia menulis kisah-kisahnya dengan boss tercintanya dan tentu saja sangat-sangat stupid...hihihi ^^v

Gw emang belum punya ke-Tiga buku yang wajib dimilliki, gw baru punya yang no.1 tapi itu juga udah susah nyarinya..jadi daripada keburu punah langsung aja gw beli dulu yang no.1, tapi buku edisi 3 yang gw pegang udah gw baca  setengahnya di toko buku...hehehehe...langsung tahan diri, jangan sampai dikelarin di roko buku donk...ntar ga penasaran lagi :p

Buat yang penasaran kaya gimana sih bukunya, gw kasih sedikit 1 kisah dari si boss yang amat lemot itu yaaa...hehehe ^^v

Ada tida pekerja baru dari Bangladesh. Karena mereka ga bisa bahasa Melayu dan si Boss ga bisa bahasa Bangladesh, jadilah dia panggil si Syukuri, pekerja Bangladesh yang pinter bahasa, untuk menerjemahkan.

Boss : Nahh..Syukuri! Masuk,masuk..duduk ,duduk ! Kamu artiin ya apa kata-kata saya ke mereka.
Syukuri : Ya,Boss...
Boss : (sambil nulis) Jadi, gaji perbulan bisa dapat 600 ringgit. Lembur 2 jam setiiap hari. Jadi, pokoknya lembur per bulan dapat 224 ringgit. Sebulannya bisa dapat 822. Dipotong biaya buat izin kerja 100 ringgit per bulan. Kamu artiin (ngasih catatan ke Syukuri).

Terjadilah percakapan antara Syukuri dan tiga orang itu. Kalo diliat dari gelagatnya nih, kayanya ketiga pekerja baru itu ga happy.

Boss : Hah? Kamu sudah artiin yang saya bilang tadi?
Syukuri : Sudah
Boss : Yakin?
Syukuri : Ya, tadi kan sudah saya bagi tau dia orang!
Boss : Coba you artikan sekali lagi..gaji perbulan 600 ringgit, terus ada lembur lagi...
Syukuri : Ya, boss saya paham.Tak payah explain ke saya lagi...

Syukuri kembali nerangin ke orang-orang baru itu.

Syukuri : Boss, dia orang tetap tak mau. Sudah gaji lebih kecil, kena potong buat izin kerja lagi. Dia orang dah selesai bayar di factory yang lama.
Boss : Kamu artiin ga kata-kata saya tadi?
Syukuri : Sudah lah Boss..
Boss : Artiin lagi...Jadi, gaji perbulan 600 ringgit
Syukuri : Saya sudah artikan,Boss !
Boss : Ya sekali lagi...Gaji per harinya, ya... 600 ri...
Syukuri : (habis kesabaran) Boss! Sudah ! Saya sudah cakap! Sudah artikan tadi. Buat apa diulang?

Boss : LOH?!! DARI MANA SAYA TAHU KAMU NGARTIINNYA BENER ATAU ENGGAK ?!!!

Gue, Syukuri dan ketiga orang tersebut....TUMBANG!!! 

Tuesday, May 24, 2011

office hour


Berapa lama sih dalam satu hari biasanya orang kerja itu punya waktu yang optimal ? Misalnya saja, 1 hari jam kerja yang dimulai dari jam 09.00-17.00 yaitu 8 jam kerja. Datang jam 09.00 ke tempat kerja, bertegur sapa dengan teman sekerja sambil membuat minuman pagi 30 menit, cek ricek isi meja, nyalain computer, cari-cari barang yang berhubungan ma kerjaan ngabisin 30 menit, baru mulai konsentrasi kerja jam 10.00 sampai 11.30, jam 11.30 mulai cari teman bikin janjian makan siang bareng dimana, makan apa, siapa aja..jam 12.00 berangkat makan siang sampai jam 13.00, sampai di tempat kerja jam 13.30, mulai duduk lagi di meja kerja sambil browsing-browsing dulu buat nenangin perut dan otak. Jam 14.00 kembali konsentrasi kerja sampai jam 16.00. Bikin minuman sore dan jajan sampai jam 16.30-16.40, lalu siap-siap pulang, beres-beres meja, matiin komputer dan pamit pulang jam 17.00.
            Nahhh..berapa lama jam kerja sebenarnya?...3.5 jam !!!... yaa…itu lama waktu orang kerja (pada umumnya,menurut saya lho ya..). Heran juga klo ada orang tua yang susah dihubungi sama anaknya…bilangnya sibuk…ga sempet..harus kerja…padahal kerjanya 3.5 jam saja dari 24 jam dalam 1 hari. Heran juga klo ada pasangan yang ga bisa focus sama hubungannya jarena sibuk kerja…banyak kerjaan..jadi ga sempet ngurus gitu-gituan..padahal kerjanya 3.5 jam, heran sungguh heran dari 8 jam kerja yang dipakai 3.5 jam, sisa 4.5 jamnya dinikmati sesukanya…
            Tapi mungkin ga semua, buktinya gw ngga…gw juga ngga…apa lagi gw…ga gw banget…bukan gw kale…mungkin …

Sunday, April 17, 2011

ketika amatir mencoba eksis

Sabtu, 16 April 2010 gw dateng ke sebuah acara (jujur baru pertama kali gw dateng) talkshow gt bisa dibilang dengan narasumbernya 3 orang penulis novel (tidak ada satu pun novel mereka yang saya tau...hiks hiks), tempatnya di sebuah toko buku yang ada cafe kecilnya juga (untuk tempatnya recomended bgt !!!). Gw agak dateng telat (lagi-lagi karena gw nyari-nyari tempat acaranya dulu...heww), tapi ga terlalu ketinggalan koq inti talkshow yang lagi digelar. Jadi narasumber yang 3 orang ini punya latar belakang yang beda-beda...ada yang seorang pegawai telkom, ada yang seorang guru les bahasa mandarin dan ada yang seorang mahasiswi yang masih berusaha merampungkan skripsinya. Mereka semua ini bukan dari awal kehidupannya menentukan tujuan hidupnya jadi penulis (dari yang gw denger waktu share di talkshow), mereka juga ga merasa experd banget di dunia tulis menulis karena dari pengalaman mereka meningkatkan kualitas tulisan mereka adalah dari pengalaman sendiri..learn by the wind intinya.


Peserta yang dateng adalah orang-orang yang emang suka menulis, ada yang emang penggemarnya penulis yang jadi narasumber (sampai udh bawa 5 novel buatan si penulis buat di tanda tanganin), ada yang udah bikin 3 novel, 1 novel, cerpen-cerpen...jangan tanya apa yang udah gw bikin !!!! Hahahaha...(bener-bener amatir). Mereka juga niat-niat banget buat dateng, ada yang dari bogor, ada yang dari bandung, ada yang dari depok...(klo buat yg ini gw juga ga kalah dari mereka niatnya..gw dari TANGERANG !!!..).


Dari yang gw dapet lagi dari talkshow yang gw ikutin kemarin adalah :

1. Semua orang bisa jadi penulis !!! selama kita mau dan berusaha...
2. Jangan pernah kasih liat tulisan kita ke orang yang udah muji tulisan kita, tapi cari or tunjukkin ke orang yang bakal nyela or kritik tulisan kita...dijamin tokcer buat ningkatin kualitas tulisan kita... (ini yg gw anggap REAL bgt and AMPUH).
3. Dude...kita perlu komunitas yang concern di dunia tulis menulis...buat buka pola pikir kita mengenai menulis and membangun karakter kita sebagai seorang penulis.
4. Keep writing !!!!...walau kita ga tau mau nulis apaan...tetep harus dipaksa nulis..apapun itu...walau hanya 1 kalimat yang muncul dari diri kita.
5. Butuh tindakan konkrit !!!.. Buat karya and kirim tulisan kita !!!! thats it...

Friday, April 1, 2011

sore milik kita #2


Sekali lagi ku teringat akan masa lalu, dulu kita pernah mengalami fase krisis yang kita lalui bersama dengan hanya meminum secangkir kopi tanpa mengeluarkan kata dan melihat jauh kedepan dalam pikiran kita masing-masing. Kita tidak membahas bagaimana jalan keluar yang terbaik untuk kita bisa melewati fase krisis itu karena entah bagaimana itu tidak menjadi penting lagi, hanya ingin larut dalam cangkir kopi kita sendiri.
Sore ini sedang turun hujan sahabat minum kopi-ku, aku juga sedang menikmati secangkir kopi dan aku juga sedang mengalami fase krisis, situasi  yang sama terulang tetapi tanpa sahabatku. Engkau mengirim pesan singkat pada ku tadi, kau juga sedang mengalaminya kan, fase krisis itu.

 “Seandainya kita bertatap muka pasti kita bisa semangat seperti dulu”.
Iya, sahabat. Kemana perginya semangat yang dulu itu ? Mungkin kita harus mencarinya kedalam cangkir kopi yang kini sedang kita nikmati masing-masing.

Wednesday, March 23, 2011

cahaya bulan

Pernah nonton film tahun 2007 yang berjudul GIE ??...film indonesia yang pemeran utamanya Nicholas Saputra, tapi sekarang gw bukan mau bahas pemainnya :p (maaf bagi para penggemarnya). Di film ini ada sebuah puisi yang diucapkan oleh si Nicholas Saputra yang pada film ini berperan sebagai gie, gie meningglakan sebuah surat untuk ira (waniita yang menjadi sahabat gie dan sama-sama memiliki rasa tetapi tidak berani melanjutkan hubungan ) dan isi surat itu adalah puisi yang mengutarakan perasaan gie pada ira. Ga tau kenapa, puisi ini touching banget buat gw, gw emang bukan pengagum karya sastra dalam bentuk puisi, tapi untuk puisi yang ini...gw amat suka dan bisa dibilang terseret perasaan ke dalam puisi ini (agak lebay sih...but thats true). Well, ga usah panjang lebar lagi..nie isi puisi favorit gw :




Cahaya Bulan
akhirnya semua akan tiba pada suatu hari yg biasa
pada suatu ketika yg telah lama kita ketahui
 apakah kau masih selembut dahulu memintaku minum susu
sambil membenarkan letak leher kemejaku
kabut tipis pun turun pelan-pelan di lembah kasih
 lembah mandalawangi
kau dan aku tegak berdiri melihat hutan” yg menjadi suram
meresapi belaian angin yg menjadi dingin
apakah kau masih membelaiku semesra dahulu
 ketika kudekap, kau dekaplah lebih mesra
lebih dekat
apakau kau masih akan berkata
kudengar dekap jantungmu
kita begitu berbeda dalam semua
kecuali dalam cinta
cahaya bulan menusukku dengan ribuan pertanyaan
yg takkan pernah aku tahu dimana jawaban itu
bagai letusan berapi bangunkan dari mimpi
sudah waktunya berdiri mencari jawaban kegelisahan hati




Tuesday, March 22, 2011

memberi seperti yang didapat

Hari minggu tanggal 20 maret 2011 yang lalu saya ke Jakarta dengan kakak saya, sekedar berjalan-jalan sambil cuci mata di kawasan blok M. Kami pulang sekitar puku 16.30 wib dengan menggunakan bis kota (tanpa AC !!!), seperti biasa suasana bis begitu pengap dan berisik dengan teriakan para penjual asongan yang datang dan pergi, nyanyian pengamen dari anak-anak sampai orang tua.


Di tengah perjalanan naik 2 atau 3 orang (maaf saya agak lupa) laki-laki muda sekitar 20th an dengan pakaian ala rock and roll, mereka mengatakan kalimat-kalimat pembuka seperti biasanya yang dilakukan untuk meminta uang, sampai... salah seorang maju ke depan barisan bangku bis, ia mengeluarkan sebuah silet dan mengatakan sudah tidak tahu lagi bagaimana harus mencari uang,jika memang dengan memakan silet ini baru bisa mengetuk hati para penumpang maka akan dia lakukan. Dia pun mulai mengigit silet itu sedikit demi sedikit dan memang hanya sedikit...temannya yang lain mengatakan kalimat-kalimat respon dari atraksi si pemuda itu, "ati-ati bro.." dsb.


Atraksi selesai, si pemuda dan kawannya mengeluarkan kantong untuk menerima uang pemberian dari para penumpang dengan diiringi kalimat-kalimat meminta belas kasihan. Dari baris bangku pertama tidak memberikan uang dan mengatakan kalimat yang  menyindir, baris ke dua juga tidak dan baris ketiga (tempat saya dan kakak saya duduk) juga tidak memberikan uang, kemudian dia berteriak setengah suara a*ji*g !!! ... saya tidak terlalu mengerti apakah perkataan itu ditujukan pada saya dan kakak saya atau bagi semua penumpang yang tidak memberi uang. Kemudian setelah baris bangku saya duduk, para penumpang kebanyakan memberikan uang dan pemuda itu dan kawannya berkata dengan sangat ramah..."terimakasih ya pak", terimakasih ya bu".


Saya jadi teringat dan berpikir, bukankah kita manusia kebanyakan seperti itu...kita begitu baik kepada orang yang bisa memberikan apa yang kita perlukan apa yang kita inginkan, kita begitu menghormati begitu menyanjung dan begitu lainnya, tetapi jika kita tidak mendapat apa yang kita harapakan dari orang lain sikap kita secara refleks, secara seketika itu juga berubah. Entah sikap, bicara ataupun ekspresi muka menampakkan kemarahan atau kekecewaan terhadap orang tersebut.


Memberi seperti yang kita dapat, memberi sesuai apa yang orang lain beri...ahhh...sungguh manusia adalah makhluk yang tidak ingin rugi, manusia begitu ingin mendapat dan memberi yang setimpal. Padahal kebenarannya adalah...LOVE IS SELFLESS.