Showing posts with label what i've learn. Show all posts
Showing posts with label what i've learn. Show all posts

Thursday, July 16, 2015

Penanjakan

Traveling sekarang sudah jadi gaya hidup orang Indonesia banget ya sekarang ini…mungkin saya salah satu orang yang ikut latah juga tapi masih kelas “cemen-lah” kalau bisa dibilang :D Tapi cerita saya kali ini bukan mau bahas keindahan atau sesuatu yang wah banget sih, jadi begini…menurut pemikiran saya dan saya merasa *sok pede* bahwa saya itu tipe orang yang lebih mencintai gunung dibanding mencintai pantai tapi ya mosok seumur hidup belum pernah naik gunung diumur yang sudah sematang ini, dulu pernah baca artikel bahwa untuk semua jenis trip ada batas umurnya (kok kaya melamar pekerjaan ya..pakai batas umur segala). Intinya ada beberapa trip yang memerlukan kekuatan fisik yang belum tentu semua umur bisa salah satunya naik gunung.

Naik gunung kesannya itu adventure banget kan ya, inget film 5cm?..temanya mengenai naik gunung.Difilm itu digambarkan bahwa pendakian benar-benar memerlukan kondisi fisik yang kuat, nah..walaupun memang trip saya kali ini bukan pendakian tetapi penanjakan mungkin terlihat lebih ringan perjalanannya dibanding pendakian, tapi menurut saya sama-sama memerlukan kekuatan fisik juga. Selain dikarenakan kondisi fisik yang masih masa pemulihan sehabis sakit diare maka penanjakan yang dimulai dari jam 2 pagi bukan perkara mudah bagi saya pribadi, waktu itu penanjakan dilakukan demi melihat sinar matahari disebuah bukit dan sekaligus bisa melihat gunung bromo dari atas. Singkat cerita saya dan teman-teman berhasil menyelesaikan penanjakan tersebut, setelah berada diatas ketinggian saya memisahkan diri dari kelompok karena sangat lelah dan kedinginan sekali jadi mencari tempat untuk duduk beristirahat, saat itu saya sangat mengantuk berat antara sadar dan tidak sadar karena kondisi diatas sangat dingin saya pun memutuskan untuk memejamkan mata sejenak tapi semakin lama semakin dalam saya tertidur dan hampir tidak sadarkan diri, sebagian diri saya ingin terbangun tapi sebagian lagi ingin terlelap, mata saya sangat sulit untuk dibuka saya kemudian saya terkejut ada yang menepuk pundak saya berkali-kali sambil berbicara dalam bahasa asing sehingga saya tersadar dan berhasil membuka mata, saya langsung memaksa diri untuk segera bangkit berdiri dan ternyata yang membangunkan saya seorang gadis dan ibunya yang meminta bantuan saya untuk memotret mereka dengan pemandangan gunung bromo sebagai latarbelakang saya pun segera melakukan yang mereka minta. Setelah itu mereka berdua berbincang kembali dalam bahasa thailand. 

Segera saya berlari ke ara teman-teman saya berkumpul dan melihat sunrise bersama, dalam hati kecil saya, saya sangat berterimakasih kepada turis asing itu telah membangunkan saya sehingga saya tersadar kembali dan lebih berterimakasih lagi kepada Tuhan yang masih memberikan saya nafas kehidupan setelah penanjakan plus pemandangan indah melihat matahari pagi. Sungguh hidup adalah karunia terbesarNya, pelajaran moral yang sangat berharga yang saya dapat dari penanjakan tersebut yaitu bahwa hidup adalah milikNya dan matipun milikNya. Saat saya kembali membayangkan kejadian singkat dibukit itu saya mengingat alm. bapak saya, ketika beliau berjuang pada saat-saat nafas terakhirnya dan saat itu juga saya berjanji pada diri saya bahwa saya akan melakukan apa yang saya inginkan dan memperjuangkan apa yang saya cita-citakan selama saya hidup. Ketika perjalanan dalam penanjakan hidup, ingatlah bahwa pemandangan diatas selalu paling indah.

Friday, June 19, 2015

Pengen Muda...

Random talk:

"Sis...akhir-akhir ini gw merasa bahwa seandainya gw bisa lebih muda dari umur gw sekarang...itu knp ya?"

"Biasanya itu karena ada hal-hal yang belum kita capai diusia sekarang..."

Wednesday, December 31, 2014

2014

               Wahh.. sudah lama sekali tidak menulis. Mungkin karena perasaan sedang melow makannya muncul keinginan nulis, ya…nulis apa ajalah. Apa kabarnya 2014?...tinggal beberapa hari lagi kita akan meninggalkan 2014. Buat saya 2014 itu sama seperti 10 tahun lalu yaitu 2004, sama dimananya pastinya tidak bisa detail diceritakan disini yang pasti secara garis merah kedua tahun itu sama-sama titik balik hidup saya.
                Ngomong-ngomong tentang masalah masa kini dan masa lalu, saya selalu suka dengan film atau buku yang mengisahkan tentang permainan alur waktu. Tentang bagaimana masa lalu mempengaruhi masa sekarang, bagaiamana orang-orang atau kejadian-kejadian kecil dan biasa bisa membawa diri kita ke diri kita yang sekarang, maksudnya diri kita dimasa lalu dengan diri kita sendiri  dimasa sekarang tidak 100% sama kan?... secara pola pikir, kebiasaan, bahkan mungkin juga karakter.
                Diawal saya menceritakan sedikit tentang 10 tahun masa hidup saya ada hal di 2004 yang menjadi pertanyaan didalam diri saya yang baru saya temukan di tahun ini. Dalam 10 tahun pasti banyak kejadian dan orang yang saya temui sehingga membentuk saya yang sekarang ini, bagaimana dengan anda?...apa yang sudah terjadi selama 10 tahun kebelakang dalam hidup anda?... mungkin ada hal yang selama ini anda tidak pahami dan baru sekarang ini anda menyadarinya apa maksudnya dari hal tersebut. Atau mungkin perjalanan hidup anda 10 tahun kebelakang tidak terlalu menarik bagi diri anda.
                Apakah anda masih ingat 10 tahun lalu dihari ini anda sedang dimana?bersama siapa?dan apa pengaruhnya kedua hal tersebut pada hari ini yang sedang anda jalani?.. Iseng-iseng saya menuliskan di dua kolom pada kertas, kolom pertama saya berikan nama 2004 dan kolom kedua saya berikan nama 2014. Dikolom 2004 saya tuliskan kejadian + dan – menurut saya pribadi yang terjadi di tahun 2004 dan begitu juga  dikolom 2014. Ketika selesai saya meliha dan menganalisa perjalanan hidup 10 tahun saya dan saya mulai senyum-senyum sendiri dengan mata berkaca-kaca..waahhh… saya hebat juga (tetep narsis) bisa melalui banyak hal ini (dan seketika merasa manusia paling bijak seTangerang…LOL).
                Kata orang dulu “waktu menjawab segalanya” hal-hal yang tidak bisa kita terima atau kita pahami dimasa sekarang atau masa lalu akan terjawab dimasa depan atau bahkan masa sekarang.

Untukmu yang makan banyak nasi karena kau kesepian
Untukmu yang banyak tidur karena kau bosan
Untukmu yang sering menangis karena kau sedih
Aku menulis ini…
Kunyahlah perasaan yang mempengaruhimu seperti kau akan mengunyah nasi
Bagaimanapun juga, hidup adalah…
Sesuatu yang kau butuhkan untuk dicerna.
-Lets eat-

Selamat menjelang tahun 2015, mungkin tahun depan bisa lebih berat dari tahun ini mungkin juga bisa lebih ringan dari tahun ini. Berat atau ringan ditahun depan, jangan gentar…semua akan tercerna, ada hasil yang akan kita nikmati dari perjalanan kita ditahun 2014 atau ditahun sebelum-sebelumnya. Tetap semangat dan bersyukur.

Wednesday, October 3, 2012

Tidung Island - Liburan kepepet Part 2

Disebut jembatan cinta, memang begitu orang-orang disana memanggilnya. Kalau buat saya itu adalah jembatan ekstrim, karena banyak bagian jembatan yang rusak. Jika kita berjalan sampai ke bagian jembatan yang tidak ada pinggirannya dan kayu-kayu pijakan jembatan ada beberapa yang bolong, sebaiknya hati-hati  karena sebelah kiri dan kanan yang akan anda lihat adalah air laut.

Di pulau tidung banyak sekali spot-spot cantik yang bisa difoto, contohnya seperti gambar disebelah kiri ini. Gambar ini saya ambil dipinggir jalan ketika bersepeda disore hari. Salah satu kegiatan yang paling asyik pada saat berlibur di pantai adalah bersepeda sambil mendengarkan mp3 dan merasakan angin lau yang sepoi-sepoi...indahnya hidup. :)



Foto yang disamping juga sama saya ambil dipinggir jalan yang biasa digunakan untuk track sepeda. Sebenarnya tidak harus ke Bali untuk menikmati nyamannya suasan pantai, karena didekat Jakarta sendiri tersedia tanpa perlu mahal-mahal membeli tiket pesawat demi melihat keindahan suasana pantai.

Wednesday, September 19, 2012

Tidung Island- Liburan kepepet

Lagi dan lagi untuk memulai niat menulis itu sulitnya minta ampun, nunggu mood muncul mungkin ga bakal nulis-nulis juga akhirnya. Agustus kemarin ada libur panjang yang bisa dirasakan oleh sebagian besar buruh di Indonesia, tentu saja tidak semua karena masih banyak pula para buruh yang tidak dapat merasakan libur idul fitri. Kantor tempat saya bekerja mengeluarkan SK libur dari tanggal 20 s/d 24, karena setiap hari sabtu kantor tempat saya bekerja libur dan hari jumat tanggal 17 adalah hari libur nasional, maka total ada 10 hari libur (termasuk hari minggu). Wahhh..bukan main senangnya,kapan lagi bisa libur panjang.

Setelah merenungi kehidupan selama 2 tahun terakhir koq rasanya belum pernah beneran liburan ya...belum pernah traveling. Terakhir melakukan traveling (apapun itu definisi dari traveling itu sendiri) tahun 2010 ke Jogja setelah itu ngerem aja di Tangerang-Jakarta. Iseng-iseng bikin rencana traveling bareng sahabat, tapi jadwal liburannya ga cocok alhasil tinggal diri sendiri yang harus liburan. Kemana saya harus pergi?...kemana?...kemana?..dengan budget yang tidak seberapa ini (maklum orang kantoran kere to the max).

Terilhami dari internet,saya berseluncur ria di om google (agak ekstrim ya kalimatnya klo dipiki-pikir,hahahaha) mengenai liburan yang deket dan murah, ehhh...muncul link dari kaskus.. *tidung-tidung-tidung* ide muncul, liburan ke pulau seribu aja deh..daripada manyun, ada seorang agan yang ngepost liburan ke tidung dengan Rp.300.000 untuk 2 hari 1 malam. Naahhhhh....ini dia yang saya cari, liburan gratis dan keluar dari pula Jawa :))))) tapi pas liat tanggal..wihhh..tanggal 25 dan 26 Agustus, mepet banget sama jadwal masuk kerja. Timbang menimbang dari segi psychology, kebutuhan lebih besar daripada kemampuan. Ya..sudahlahh...walaupun tanggal melarat gitu saya tetap harus liburan.

Pendaftaran lewat sms dan pembayaran DP lewat transfer, agak galau mengenai di bagian transfer,tau kan resikonya apaan. Tapi lagi-lagi karena kepepet, saya transfer juga uang DP nya. Harap-harap cemas karena liburan sama orang-orang yang belum dikenal sama sekali dan tempat ketemunya jauh juga, disisi lain senang karena akan nambah relasi. Butuh calon korban lain nih...sasaran empuknya adalah kaka gw sendiri yang tipenya ga bisa diem dirumah. Saya rekrut saja sekalian dan akhirnya dia ikut juga. Horeeee...ada teman buat jalan pagi-pagi buta ke Muara Angke. Itu doank tujuan gw. Muahahahahahahaha >:D


That's it 

Tuesday, May 24, 2011

office hour


Berapa lama sih dalam satu hari biasanya orang kerja itu punya waktu yang optimal ? Misalnya saja, 1 hari jam kerja yang dimulai dari jam 09.00-17.00 yaitu 8 jam kerja. Datang jam 09.00 ke tempat kerja, bertegur sapa dengan teman sekerja sambil membuat minuman pagi 30 menit, cek ricek isi meja, nyalain computer, cari-cari barang yang berhubungan ma kerjaan ngabisin 30 menit, baru mulai konsentrasi kerja jam 10.00 sampai 11.30, jam 11.30 mulai cari teman bikin janjian makan siang bareng dimana, makan apa, siapa aja..jam 12.00 berangkat makan siang sampai jam 13.00, sampai di tempat kerja jam 13.30, mulai duduk lagi di meja kerja sambil browsing-browsing dulu buat nenangin perut dan otak. Jam 14.00 kembali konsentrasi kerja sampai jam 16.00. Bikin minuman sore dan jajan sampai jam 16.30-16.40, lalu siap-siap pulang, beres-beres meja, matiin komputer dan pamit pulang jam 17.00.
            Nahhh..berapa lama jam kerja sebenarnya?...3.5 jam !!!... yaa…itu lama waktu orang kerja (pada umumnya,menurut saya lho ya..). Heran juga klo ada orang tua yang susah dihubungi sama anaknya…bilangnya sibuk…ga sempet..harus kerja…padahal kerjanya 3.5 jam saja dari 24 jam dalam 1 hari. Heran juga klo ada pasangan yang ga bisa focus sama hubungannya jarena sibuk kerja…banyak kerjaan..jadi ga sempet ngurus gitu-gituan..padahal kerjanya 3.5 jam, heran sungguh heran dari 8 jam kerja yang dipakai 3.5 jam, sisa 4.5 jamnya dinikmati sesukanya…
            Tapi mungkin ga semua, buktinya gw ngga…gw juga ngga…apa lagi gw…ga gw banget…bukan gw kale…mungkin …

Tuesday, March 22, 2011

memberi seperti yang didapat

Hari minggu tanggal 20 maret 2011 yang lalu saya ke Jakarta dengan kakak saya, sekedar berjalan-jalan sambil cuci mata di kawasan blok M. Kami pulang sekitar puku 16.30 wib dengan menggunakan bis kota (tanpa AC !!!), seperti biasa suasana bis begitu pengap dan berisik dengan teriakan para penjual asongan yang datang dan pergi, nyanyian pengamen dari anak-anak sampai orang tua.


Di tengah perjalanan naik 2 atau 3 orang (maaf saya agak lupa) laki-laki muda sekitar 20th an dengan pakaian ala rock and roll, mereka mengatakan kalimat-kalimat pembuka seperti biasanya yang dilakukan untuk meminta uang, sampai... salah seorang maju ke depan barisan bangku bis, ia mengeluarkan sebuah silet dan mengatakan sudah tidak tahu lagi bagaimana harus mencari uang,jika memang dengan memakan silet ini baru bisa mengetuk hati para penumpang maka akan dia lakukan. Dia pun mulai mengigit silet itu sedikit demi sedikit dan memang hanya sedikit...temannya yang lain mengatakan kalimat-kalimat respon dari atraksi si pemuda itu, "ati-ati bro.." dsb.


Atraksi selesai, si pemuda dan kawannya mengeluarkan kantong untuk menerima uang pemberian dari para penumpang dengan diiringi kalimat-kalimat meminta belas kasihan. Dari baris bangku pertama tidak memberikan uang dan mengatakan kalimat yang  menyindir, baris ke dua juga tidak dan baris ketiga (tempat saya dan kakak saya duduk) juga tidak memberikan uang, kemudian dia berteriak setengah suara a*ji*g !!! ... saya tidak terlalu mengerti apakah perkataan itu ditujukan pada saya dan kakak saya atau bagi semua penumpang yang tidak memberi uang. Kemudian setelah baris bangku saya duduk, para penumpang kebanyakan memberikan uang dan pemuda itu dan kawannya berkata dengan sangat ramah..."terimakasih ya pak", terimakasih ya bu".


Saya jadi teringat dan berpikir, bukankah kita manusia kebanyakan seperti itu...kita begitu baik kepada orang yang bisa memberikan apa yang kita perlukan apa yang kita inginkan, kita begitu menghormati begitu menyanjung dan begitu lainnya, tetapi jika kita tidak mendapat apa yang kita harapakan dari orang lain sikap kita secara refleks, secara seketika itu juga berubah. Entah sikap, bicara ataupun ekspresi muka menampakkan kemarahan atau kekecewaan terhadap orang tersebut.


Memberi seperti yang kita dapat, memberi sesuai apa yang orang lain beri...ahhh...sungguh manusia adalah makhluk yang tidak ingin rugi, manusia begitu ingin mendapat dan memberi yang setimpal. Padahal kebenarannya adalah...LOVE IS SELFLESS.

Wednesday, March 2, 2011

lakukan apapun selama bisa dipertanggung jawabkan

            Jumat pada tanggal 18 Februari 2011 lalu saya mendapatkan sebuah panggilan wawancara. Saya melamar sebagai admin, memang sangat jauh dari jurusan yang saya pelajari selama ini, saya lulusan pertanian. Bagi seorang sarjana pertanian seperti saya yang tinggal di ibu kota dan bergender wanita lumayan sulit untuk mencari pekerjaan yang sesuai dengan jurusan saya.

            Saya harus belajar realistis dan membuka diri pada peluang yang ada, maka kesempatan saya dalam wawancara kali ini pun tidak ingin saya lewati. Ketika wawancara, saya sedikit terkejut...kepala sekolah yang mewawancarai saya malah menawari saya posisi sebagai GURU. Oh iya, saya belum menjelaskan bahwa panggilan kali ini dari sebuah sekolah swasta internasional yang memiliki kurikulum independen (tidak sama dengan sekolah internasional lainnya). Singkat cerita saya menerima tawaran itu, saya sangat membutuhkan pekerjaan !!! Tetapi saya diberikan waktu sampai hari senin tgl 21 Februari 2011 untuk berpikir, apakah saya ingin bergabung atau tidak. Saya pun berpikir dengan perasaan bahagia tentunya, karena akhirnya saya diterima di suatu pekerjaan. Pada hari senin, saya menelepon pihak sekolah dan mengatakan saya ingin mencoba untuk bergabung. Lalu keesokan harinya saya mulai masuk kerja, pukul 07.30 wib. Dunia berubah seketika.

            Selasa adalah hari pertama saya secara resmi bekerja, sebagai asisten guru (karena trening dulu 3 bulan). Pada hari itu kepala sekolah tidak berada di tempat, yang ada seorang wakil kepala sekolah (belakangan saya baru tahu), dia sepertinya tidak tahu bahwa ada seorang new commer yang akan bergabung hari itu. Sedikit salah komunikasi wajar terjadi bukan? Saya pun mendapat teguran kecil mengenai disiplin pada waktu itu. Sungguh hari pertama yang amat indah J

            Hari rabu dan kamis saya jalani dengan perasaan semakin bertanya-tanya dalam hati, inikah tempatnya?inikah tempat yang tepat untuk saya memenuhi panggilanNya?Saya bukan orang yang takut belajar hal baru, saya juga bukan orang yang takut menerima teguran dan saya bukan orang yang termasuk mudah menyerah, tapi saya bukan orang yang bisa melakukan sesuatu yang tidak sesuai dengan hati. Saya percaya bahwa hati nurani adalah sebuah radar kecil yang begitu sensitif akan suatu kondisi dan keadaan yang kita hadapi.

            Sampai akhirnya saya mendapat teguran yang keras (menurut saya), pada hari kamis setelah jam pulang, kepala sekolah memberikan saya surat kontrak kerja untuk dibaca dan di tanda tangani, besok sudah harus dikembalikan. Kemudian saya membacanya di angkot saat perjalanan pulang, surat kontrak kerja itu terdiri dari beberapa lembar (+/- 4 lembar) tapi saya hanya membacanya dihalaman 1 & 2 secara singkat dan pada halaman berikutnya saya hanya membaca judul pasal, lalu surat kontrak itu saya lipat dan saya masukan kedalam tas. Saya berpikir keras untuk mengambil sebuah keputusan yang tidak mau saya sesali, apa benar saya ingin menjadi seorang guru?apa benar dunia pendidikan adalah sesuatu yang memenuhi passion saya? Kemudian saya mengirimkan sms kepada beberapa teman saya dan pemimpin kelompok kecil saya untuk meminta saran. Pada kesimpulannya memang semua keputusannya ada ditangan saya, mereka tidak memberikan jawaban iya dan tidak, mereka membantu saya agar berpikir lebih luas dan dalam.

            Ada tiga point yang amat mendasari keputusan saya, yaitu: hati, idealisme dan pertanggung jawaban. Saya mereview kembali suasana ditempat kerja saya, tidak ada yang salah sepertinya, masalah tantangannya pun saya yakin saya bisa atasi, lalu pada point pertanggung jawaban saya baru menyadari...setiap orang yang bekerja disana begitu menyukai pekerjaan mereka, begitu setia, begitu bertumbuh dan mereka begitu siap untuk mempertanggung jawabkan profesi mereka dihadapan Tuhan. Kemudian saya menilai diri sendiri, dari awal saya tidak pernah berniat selamanya berkomitmen didunia pendidikan, apalagi sebagai guru, saya hanya berniat cari uang !... Alangkah piciknya saya, secara tidak langsung saya sudah merendahkan profesi yang mulia itu. Saya hanya berniat mencoba lalu meninggalkan pekerjaan itu, jika ada yang lebih menarik. Kaka saya mengatakan dunia pendidikan itu perlu komitmen seumur hidup, butuh konsentrasi dan fokus besar untuk menjadi seorang guru, sedangkan saya sampai pada hari diberikan kontrak dan telah melihat situasi sekolah, tidak merasa apa-apa, tidak merasa terbeban dan antusias (karena ada diluar itu yang menjadi tujuan saya).

            Saya harus bersikap dewasa, seperti yang dikatakan pemimpin kelompok kecil saya...semua harus dipertanggung jawabkan. Saya merasa saya tidak siap untuk mempertanggung jawabkannya jika saya menjadi guru, saya belum mempunyai hati untuk berkomitmen di bidang itu dan saya tidak mau coba-coba, seperti mencobai Tuhan mengenai pangggilan hidup, sedangkan disana setiap guru diawali motivasi yang rindu mengajar. Saya berdoa kepada Tuhan dan meminta ampun karena motivasi saya telah salah dan saya memutuskan untuk mengundurkan diri. Keesokan harinya (jumat), saya datang seperti biasa dan mengikuti doa pagi disekolah, setelah itu saya meminta waktu kepada kepala sekolah untuk berbicara mengenai penanda tanganan kontrak. Selama perjalanan berangkat ke sekolah saya telah bergumul, mungkin nanti kepala sekolah akan marah, akan kecewa, saya akan berbicara dengan tidak baik dan lain sebagainya, tapi yang terjadi tidak demikian. Saya berbicara dengan  lancar dan bisa dibilang cukup diplomatis (hehehe) dan kepala sekolah mendengarkan dengan sabar dan menganggukan kepala dan ia mengerti, lalu saya memberikan surat kontrak dan kami pun bersalaman. Saya pamit pulang dengan perasaan yang lega luar biasa... J

            Memang sepertinya 1 minggu saya kebelakang sepertinya sia-sia, tidak menghasilkan apa-apa di mata orang, tapi dalam hidup saya ini adalah moment yang mendewasakan saya mengenai tanggung jawab pekerjaan, ini adalah proses yang demikian berharganya membentuk saya menjadi pribadi yang harus belajar peka akan keadaan yang harus segera saya meresponinya dan saya telah belajar untuk berani mengambil keputusan dengan konsekuensinya sekaligus. Semoga Tuhan, sumber segala rahmat menuntun perjalanan saya dalam mendapatkan panggilan hidup yang berkenan kepadaNya.



Memilih pekerjaan yang sesuai dengan minat dan bakat kita adalah pelik seperti memilih jodoh. Kita harus setia, berakar dan bertumbuh dalam pekerjaan itu.
-Andar Ismail (Selamat berkarya)-

Saturday, February 12, 2011

mengapa menyebut diri berkeTuhanan Yang Maha Esa



Sepertinya baru kemarin kita merasakan persaudaraan yang erat ketika terjadi bencana di mentawai dan bencana merapi di yogyakarta, hampir semua masyarakat Indonesia yang ada di negeri ini dan diluar negeri sana bersama-sama dan beramai-ramai up date twitter dan facebook dengan status turut berduka kepada para korban bencana alam dan mengirimkan bantuan berupa dana dan barang-barang yang diperlukan dan setiap pemeluk agama yang adalah masyarakat Indonesia memanjatkan pokok doa yang sama, yaitu berdoa bagi keadaan negeri ini yang mengalami hal-hal yang begitu berat (bahkan artis-artis hollywood berdoa bagi ibu pertiwi kita).

          Setelah persaudaraan kita terasa lebih erat lewat kejadian yang memilukan itu, kita kembali dipersatukan dengan semangat yang berapi-api ketika berlangsungnya pertandingan AFF yang membawa TimNas kebanggaan kita menjadi runner up,  saling menyemangati dan menguatkan sepanjang pertandingan berlangsung di setiap tahapan bahkan disaat kegagalan mendapat juara pertama pun setiap masyarakat tetap menyatakan kecintaan dan kebanggaanya terhadap Indonesia dan khususnya kepada TimNas, kita merasa begitu merasa sedarah, merasa begitu sepaham, merasa begitu satu spirit untuk bangsa kita tercinta ini...


PANCASILA :
1. KeTuhan Yang Maha Esa
2. Kemanusiaan yang adil dan beradab
3. Persatuan Indonesia
4.Kerakyatan yang dipimpin oleh hikmat kebijaksanaan dalam permusyawaratan dan perwakilan
5. Keadilan sosial bagi seluruh rakyat Indonesia


          Namun sepertinya semua rasa persaudaraan itu menguap begitu saja, seperti tanpa ada bekas, sepertinya hal itu semua terjadi pada bangsa lain bukan di negeri dimana kita berada sekarang, terlalu berbeda dengan kenyataan yang terjadi sekarang, terlalu...terlalu...terlalu...memilukan dibandingkan dengan bencana alam yang terjadi, dibandingkan kekalahan TimNas kita saat melawan Tim Malaysia di negeri sendiri.

          Bukannkah kita menyebut diri kita, bangsa yang begitu memegang idealisme begitu kuat bahkan setiap senin di pagi hari selama bertahun-tahun setiap kita yang merasakan bangku pendidikan sudah didoktrin dengan idealisme itu dengan tujuan agar setiap kita menjadi masyarakat yang memiliki nilai-nilai nasionalisme yang luhur dan penuh budi pekerti itu.
          Tapi itupun sepertinya tidak membentuk setiap pribadi menjadi berkeTuhanan, berkemanusiaan, bersatu, berkerakyatan dan kerkeadilan. Entah apa yang salah? Apakah salah setiap pahlawan yang berjuang demi kemerdekaan? Apakah salah para pahlawan tanpa tanda jasa itu? Apakah salah kegiatan setiap senin di pagi hari itu? Atau salah setiap kita yang tidak mampu menyerap idealisme itu? Atau terlalu idealis kah idealisme itu? Sampai begitu sulit setiap kita melaksanakannya....


Dan perjuangan pergerakan kemerdekaan Indonesia
telah sampailah pada saat yang BERBAHAGIA...


Entah kapan saat berbahagia berkeTuhanan Yang Maha Esa itu terwujud...
Entah kapan saat berbahagia berkeadilan sosial bagi seluruh rakyat itu terwujud...
Entah kapan saat berbahagia itu ber-persatuan itu terwujud...
Entah kapan saat berbahagia berkerakyatan yang dipimpin oleh hikmat kebijaksaan itu terwujud...
Entah kapan saat berbahagia keadilan sosial bagi seluruh rakyat itu terwujud...

Karena bila suatu saat itu semua terwujud...maka kita akan menjadi BANGSA YANG PALING BERBAHAGIA...

Saturday, January 29, 2011

musuh yang paling berarti

Untukku kamu adalah musuhku begitu sebaliknya...terlalu banyak perbedaan...terlalu banyak hal yang diperdebatkan dan terlalu banyak...terlalu banyak lainnya yang membuat kita semakin menjadi musuh...

Untukku kamu adalah musuhku karena dari luar sepertinya kita saling mendukung padahal kita saling bersaing...dalam banyak hal tanpa kita sadari dan tanpa perlu ditunjukkan...

Untukku kamu adalah musuhku begitu banyak hal yang ingin kumiliki dari kelebihanmu bahkan dari kekuranganmu, semakin aku mengenalmu semakin aku tahu bahwa aku adalah musuhmu dan kamu adalah musuhku...

Untukku kamu adalah musuhku saat kita bertengkar mengenai banyak hal, mengenai cara pandang, mengenai selera, mengenai sikap, mengenai apa yang baru kita dengar, apa yang baru kita lihat dan apa yang baru kita ketahui... selalu kita perdebatkan...

Untukku kamu adalah musuhku sampai saat ini ... saat dimana kita tidak bersama-sama lagi ... saat kita terpisah jarak ... saat kudengar kabar bahwa kamu sudah mendapatkan hal yang istimewa, hal yang tanpa kita sadari yang saling kita pertanyakan pada diri masing-masing...siapa yang akan lebih dulu... ternyata masih tetap sama...bahkan disaat yang membahagiakan ini pun, kamu masih tetap musuhku...musuh yang paling berarti...musuh yang paling mengenal diriku...musuh yang paling kutunggu cerita hidup selanjutnya bersama hal istimewa yang telah kau dapatkan.

untuk saat ini pilihan hanya dua

Dr. Cai Ming Jie, seseorang Ph. D lulusan Stanford University, memutuskan untuk menjadi seorang sopir taksi setelah kehilangan pekerjaannya. Dr. Cai Ming Jie tidak hanya berani menghadapi hidup dengan melakukan pekerjaan yang mungkin jauh dari impiannya, tetapi juga berusaha melakukan yang terbaik. Ia mencatat pengalamannya sebagai sopir taksi dalam sebuah blog : A Singapore Taxi Driver's Diary. Itu menjadikannya bukan "sopir taksi biasa"


Renungan Harian, Januari 2011

Hal tersebut juga dialami oleh yusuf yang pernah mempunyai pekerjaan yang bukan merupakan impiannya. Ia menjadi budak jelas ini bukan cita-cita yusuf (apalagi saya?). Si anak orang kaya (keturunan yakub). Selain yusuf menjadi budak, ia bahkan turun lebih rendah lagi menjadi seorang narapidana. Situasi sulit yang dihadapi yusuf ...hanya ada dua pilihan, pada saat ia menjadi budak karna tanpa daya ia dijual dan harus menjadi budak. Pilihannya adalah sekedar menjadi budak atau menjadi budak yang baik dan pada saat ia menjadi narapidana juga pilihannya adalah sekedar menjadi narapidana atau menjadi narapidana yang baik. Hal itu menjadikan dia bukan "budak biasa" dan bukan "narapidana biasa", ia memiliki kuasa di lingkungan ia berada dan ia tidak menjadi rendah melainkan ditinggikan dalam lingkungannya dengan kepercayaan dan tanggung jawab yang besar; antara lain :


Pada saat menjadi budak :
Yusuf diberikan kuasa atas rumah tuannya dan segala milik tuannya diserahkan pada kekuasan yusuf (cotohnya : ladang, ternak,dll)


Pada saat menjadi narapidana :
Yusuf menjadi kesayangan kepala penjara dan mempercayakan semua tahanan dalam penjara itu kepada yusuf dan segala pekerjaan yang harus dilakukan disitu yusuf lah yang mengurusnya. Bahkan kepala penjara tidak mencampuri segala yang dipercayakannya kepada yusuf.




Hal yang dialami Dr. Cai Ming Jie dan Yusuf saat ini juga saya alami, sama-sama mengalami kondisi yang tidak diimpikan, kondisi yang hanya akan memberikan dua pilihan yaitu sekedar menjadi atau bukan sekedar menjadi. Saat ini status sosial saya adalah jobless atau bahasa halusnya sedang mencari pekerjaan, tapi saya memilih taat seperti yusuf, tetap berusaha untuk yang terbaik. Mungkin anda juga pernah mengalami kondisi yang tidak diharapkan, tidak ada pilihan untuk tidak menerima kondisi tersebut, tapi akan selalu ada dua pilihan dan hanya dua. Apakah anda hanya sekedar menjadi atau bukan sekedar menjadi orang yang mengalami suatu kondisi.

Friday, January 14, 2011

menimbun yang tidak seharusnya ditimbun

Postingan pertama di tahun 2011 akhirnya muncul juga ;))

Pada tanggal 12 januari 2011 setelah 13 tahun menetap di rumah yang lama, saya dan keluarga saya pindah rumah, dan pada hari itu malam pertama kami menempati rumah baru. Dari pengalaman saya pindahan (maklum mantan anak kos yang sering pindah-pindah kos) hal yang paling menyebalkan dari acara pindahan adalah mengatur barang kembali ke posisi yang tepat di tempat tinggal baru, untuk barang 1 orang saja sudah repotnya minta ampun, apalagi kali ini 1 keluarga yang pindahan beranggotakan 6 orang, bisa terbayang seperti apa tumpukkan barang-barang yang ada???....

Begitu banyak barang, begitu banyak tenaga yang harus dikeluarkan untuk mengatur dan begitu banyak pemandangan berantakan yang terlihat oleh mata...melihat hal itu semua saya jadi berpikir, mengapa bisa barang sebanyak ini kami miliki? mengapa kami bisa menyimpan barang-barang ini semua selama ini? karena begitu banyak barang yang sebenarnya tidak perlu kami simpan dan sudah tidak berguna lagi, hal yang unik muncul...saya dianggap terlalu mudah membuang barang oleh keluarga saya, sedangkan orang tua dan kaka saya perempuan begitu penyayangnya terhadap barang-barang yang saya sudah tidak angap jelas lagi, setiap barang yang saya pilih untuk dibuang maka mereka periksa kembali dan mengambil barang-barang itu untuk jangan dibuang, lucu rasanya mengambil barang yang ingin dibuang tetapi karna sayang tidak jadi padahal tidak tahu akan digunakan untuk apa nanti, apakah akan digunakan atau tidak, dimana akan diletakkan hanya karna tidak rela membuang.

Bukankah seperti itu juga watak manusia??? Kita lebih tidak rela membuang hal-hal yang tidak berguna pada diri kita dibandingkan menyimpan hal-hal yang berguna untuk diri kita. Misalnya saja, pikiran positif dan negatif, kita pasti lebih sering menyimpan pikiran negatif pada diri kita, kita merasa sayang  membuang itu padahal tidak berguna, padahal tidak tahu digunakan untuk apa, kita letakkan begitu saja pada diri kita, sedikit demi sedikit hal-hal yang tidak berguna kita simpan, sayang kalau dibuang...pada akhirnya diri kita seperti tempat sampah, seperti gudang yang isinya lebih banyak barang tidak berguna daripada barang yang berguna, ketika kita memerlukan barang yang harus digunakan, kita sudah tidak bisa lagi membedakan mana barang yang layak terpakai dan mana yang tidak. Karena kita membiarkan diri kita menjadi gudang hal-hal yang tidak berguna, maka jadilah diri kita seperti ruangan yang tidak sedap dipandang mata, tidak terawat dan tidak berguna bagi orang lain.

Kalau sudah begitu, untuk apa lagi kita masih membiarkan diri kita terus menyimpan hal-hal yang tidak berguna bagi diri kita dan orang lain???bukankah kita sangat bodoh bila masih melakukan hal tersebut???...mari kita lihat kedalam diri kita masing-masing???...sudah menjadi ruangan seperti apakah diri kita???...

keep on growing friends.
Gbu all.

Tuesday, December 21, 2010

hadiah dari lelaki tua sederhana

Sewaktu saya telah menyelesaikan kuliah di bali dan harus kembali ke kampung halaman, saya terkejut karna saya begitu banyak menerima hadiah dari sahabat-sahabat saya. Saya tidak menyangka mereka begitu mau repot-repotnya ditengah kesibukan mereka (ada yang kuliah dan ada yang kerja juga) masih menyempatkan diri untuk menyiapkan hadiah/ pemberian untuk saya. Saya kira kepulangan saya ke kampung halaman akan seperti biasa-biasa saja, diantar sampai bandara lalu say goodbye, selesai. Ternyata begitu penuh kejutan dan yang paling tidak saya sangka, sungguh saya amat tidak menyangka adalah...

Pada waktu itu ada seorang sahabat saya yang sedang kedatangan ayahnya dan menginap di kosnya, beberapa kali saya menginap disana sebagai acara menginap perpisahan, kira-kira bisa disebut begitu. Tidak banyak hal yang dipercakapkan dengan lelaki tua itu (ayah teman saya), hanya percakapan sehari-hari. Tapi saya tahu, ia adalah orang tua yang sederhana dan rendah hati, karna dari sikapnya sehari-hari menunjukkan hal tersebut, tidak ada sisi ingin menampakan diri bahwa ia orang tua yang harus dihormati.

Saat akan berangkat ke bandara sahabat saya memberikan selembar kertas dibungkus plastik transparant dari ayahnya. Saya sangat terkejut menerimanya, senang, bangga (karna saya belum pernah menerima hadiah dari orang tua lain, selain dari orang tua saya), tidak percaya dan bingung (apa isi dari kertas itu). Saya sengaja langsung memasukkannya kedalam tas, karna saya ingin membacanya dirumah dan inilah isi surat itu :

Untuk nak yuli :
“Jangan takut maju sekalipun pelan karena orang yang pincangpun tak pernah akan berjalan mundur” (Kahlil Gibran, penyair kristen dr Libanon)

AMBILLAH WAKTU

Ambillah waktu untuk berpikir,
Itu adalah sumber kekuatan,
Ambillah waktu untuk bermain,
Itu adalah rahasia dari
Masa muda yang abadi
Ambillah waktu untuk membaca
Itu adalah sumber kebijaksanaan
Ambillah waktu untuk berdoa
Itu adalah kekuatan terbesar di bumi
Ambillah waktu untuk mencintai dan dicintai
Itu adalah hak istimewa yang diberikan Tuhan
Ambillah waktu untuk bersahabat
Itu adalah jalan menuju kebahagiaan
Ambillah waktu untuk tertawa
Itu adalah musik
Yang menggetarkan jiwa
Ambillah waktu untuk memberi
Itu adalah hari yang sangat singkat
Untuk kepentingan diri sendiri
Ambillah waktu untuk bekerja
Itu adalah nilai keberhasilan,
Ambillah waktu untuk beramal
Itu adalah kunci menuju sukses.

-pepatah tua Irlandia-

Surat yang sederhana tetapi amat tulus, tidak menggurui tetapi memotivasi saya, seakan-akan lelaki tua yang sederhana itu tau masa-masa seperti apa yang akan saya hadapi didepan nanti. Hadiah sederhana tetapi begitu bermakna dan sangat indah bagi saya. Hadiah dari lelaki tua yang sederhana, yang telah mengajarkan saya menghadapi hidup dengan cara yang sederhana.



Nb : terimakasih untuk om octa atas  hadiahnya yang slalu menguatkan saya dimasa ini dan di masa-masa nanti yang saya tidak tau seperti apa, tapi lewat hadiah om saya tau bagaimana menghadapi masa itu nantinya. Tuhan memberkati pelayanan om dan keluarga. Amin.